Kalian Mungkin Lupa! 7 Pemain Ini Pernah Bermain Untuk Bayer Leverkusen

Ketika kita memikirkan poros kekuatan Jerman, selain nama Bayern Munchen dan Borussia Dortmund yang muncul, pasti Bayer Leverkusen terlintas di pikiran. Untuk urusan dominasi, die werkself memang kalah dari Bayern Munchen.

Tapi untuk urusan menempa bintang eropa, jangan diremehkan. Leverkusen adalah pabrik bakat-bakat kelas dunia dilahirkan. Meskipun kadang banyak yang lupa kalau mereka dulunya pernah membela Bayer Leverkusen. Seperti 7 bintang ini, yang mungkin kamu lupa pernah bermain untuk Bayer Leverkusen.

Son Heung Min

Memang banyak orang yang mengingat bahwa Son pernah di Bundesliga. Tapi yang mungkin lebih diingat adalah saat ia di Hamburg SV. Sebab di klub itulah, tepatnya di tahun 2010, Son mulai berkarir sebagai pesepakbola senior.

Setelah mencetak 12 gol Bundesliga di musim 2012/13, Leverkusen pun membelinya. Karir Son terus berkembang bersama die werkself. Dan setelah mencetak 29 gol dan 11 assist dari 87 pertandingan, ia pindah ke Spurs di tahun 2015. Di spurs ini lah ia mencapai puncak kesuksesan karirnya, dimana ia lebih diingat sebagai seorang pemain yang hebat.

Kai Havertz

Sama seperti Son, Havertz memang lebih dikenal saat sudah pindah ke Inggris. Tapi mungkin banyak yang tidak ingat kalau Leverkusen lah yang telah memoles bakat Havertz. Mengingat kalau Havertz adalah produk asli akademi die werkself.

Di tahun 2016, penyerang berkebangsaan Jerman tersebut melakukan debut profesionalnya di Leverkusen. Di musim 2018/19, ketika usianya masih 20 tahun, ia mencetak total 17 gol di Bundesliga. Saat itu meraih rekor gol terbanyak yang dicetak oleh pemain muda dibawah 21 tahun tersebut.

Havertz baru pindah ke Chelsea di tahun 2020. Die Werkself dapat uang sebesar 80 juta euro dari penjualan Havertz. Menjadikannya sebagai pemain termahal yang pernah dijual Leverkusen sepanjang sejarah transfer.

Toni Kroos

Kalau Toni Kroos, mungkin sedikit yang tahu ia pernah membela Leverkusen. Wajar, saat Kroos jadi bintang di BayArena, statusnya hanyalah seorang pemain pinjaman dari Bayern Munchen. Usianya baru 19 tahun saat ia datang di tahun 2009. Tapi ia sudah bisa jadi pemain yang diandalkan die werkself.

Selama 18 bulan berseragam Leverkusen ia mencetak 10 gol dan 13 assist dari 48 pertandingan. Statistik itu tidak bisa diabaikan Bayern Munchen begitu saja. Kroos pun langsung dibawa pulang ke Allianz Arena di tahun 2010.

Di tahun 2014, setelah bersinar di Piala Dunia bersama Jerman, Real Madrid mencomotnya dari Bundesliga. Kroos langsung menjelma menjadi bintang di Bernabeu. Apalagi setelah kepergian Xabi Alonso ke Bayern Munchen, kepopuleran Kroos semakin melonjak. Kroos bersama Modric dan Casemiro kemudian menciptakan salah satu trio gelandang paling ikonik dalam sejarah.

Dani Carvajal

Satu lagi pemain Madrid yang mungkin kalian lupa pernah berseragam die werkself, Dani Carvajal. Berbeda dengan Kroos, Carvajal sebenarnya adalah seorang Madrid sejati. Ia adalah lulusan akademi Real Madrid.

Namun menembus skuad utama terbukti lebih sulit dari yang ia kira. Apalagi di era proyek los galacticos jilid 2 sedang dijalankan. Akhirnya Carvajal pun mengambil keputusan sulit. Di tahun 2010, dari Real Madrid Castilla ia pindah ke Jerman bersama Bayer Leverkusen.

Berbeda pula dengan Kroos, Carvajal dibeli secara permanen seharga 5 juta euro. Carvajal bisa membuktikan dirinya pantas untuk masuk tim utama di Leverkusen. Di musim 2012/13 ia pun dikenal sebagai bek kanan terbaik di Bundesliga.

Menyadari hal itu, Real Madrid mengaktifkan klausul Buy Back mereka untuk membeli Carvajal di tahun 2013. Carvajal pun dibeli seharga 6,5 juta euro. Sejak saat itu posisi Carvajal di Madrid sangat sulit tergantikan. Ia selalu jadi bek kanan pilihan para pelatih yang datang dan pergi di Madrid.

Landon Donovan

Direktur olahraga Bayer Leverkusen, Michael Raschke menemukan Landon Donovan di tahun 1999 saat usianya masih 17 tahun. Pemain berkebangksaan Amerika Serikat itupun diboyong untuk bergabung dengan tim muda die werkself.

Namun, gaya permainan Eropa terbukti tidak cocok untuk Donovan. Ia pun dikirim pulang ke Amerika untuk bergabung dengan LA Galaxy di tahun 2005. Setelah itu ia menetap disana sembari dipinjamkan ke beberapa klub Eropa. Pertama ke Bayern Munchen, kemudian ke Everton.

Sampai di tahun 2012, ia kembali ke LA Galaxy. Meski tidak terlalu mengesankan di Eropa, Donovan adalah orang yang membuka pintu para pemain Amerika Serikat untuk berkarir di liga top Eropa.

Dimitar Berbatov

Banyak yang mengenal Berbatov saat ia di Manchester United, atau bahkan Tottenham Hotspurs. Berbatov memang striker yang sangat hebat di dua klub itu. Tapi sebenarnya kehebatan Berbatov itu sudah dibentuk sejak ia di Bayer Leverkusen.

Karir hebatnya di Bundesliga bermula di tahun 2001. Umurnya masih 19 tahun saat ia dibeli dari CSKA Sofia. Ia langsung bisa menyita perhatian publik di musim pertamanya. Ia mencetak 6 gol dari 6 pertandingan DFB Pokal musim 2001/02. Juga dua gol di Champions League pada musim yang sama.

Berbatov menghabiskan lima musim bersejarah bersama die werkself. Ia mencatatkan 91 gol dan 34 assist dari 202 pertandingan. Di tahun 2006 ia pindah ke Spurs dimana bakatnya jadi lebih terlihat oleh publik. Baru di tahun 2008 ia pindah ke Manchester United dan menjalani puncak karir sepak bolanya.

Arturo Vidal

Arturo Vidal adalah salah satu dari sedikit pemain Amerika Selatan yang memulai karir Eropanya di Jerman. Pemain Chili itu tiba pada musim panas 2007 dari klub lokal, Colo-Colo. Kabarnya saat itu direktur olahraga Rudi Voller sampai harus terbang ke Chili untuk meyakinkan Vidal pindah.

Usaha itu tidak sia-sia. Vidal menjalani empat musim yang membanggakan bersama die werkself. Puncaknya adalah saat ia membawa Leverkusen jadi runner up Bundesliga musim 2010/11.

Setelah itu Vidal pindah ke Juventus dan memenangkan 4 scudetto berturut-turut. Kemudian di tahun 2015, Vidal kembali ke Bundesliga untuk memperkuat Bayern Munchen. Setelah mencatatkan lebih dari 100 penampilan, ia pindah ke Barcelona di tahun 2018, sebelum pindah ke Inter dua tahun kemudian. Lalu dua musim setelahnya, Vidal melanjutkan karirnya di liga Brasil.

Sumber referensi: Squawka, Football Transfers, Bayer, Bundesliga, Bundesliga 2, Goal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *